1
10December Movie : "TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK"
Written by admin  

Satu lagi film karya anak bangsa yang bertemakan Minangkabau hadir di Indonesia dengan judul “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”. Film ini diadaptasi dari sebuah novel yang sangat laris karya Buya Hamka yang memiliki judul yang sama dan dirilis pada tahun 1939. Film ini dibintangi oleh artis – artis ternama seperti Herjunot Ali, Pevita Pearce, dan Reza Rahadian yang sudah teruji belakangan ini dengan film – film  yang sangat popular didalam negeri. Film ini bertemakan kehidupan daerah Minangkabau pada tahun 1930an yang sangat kental dengan adat, tradisi, dan budaya.

Film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” bercerita tentang seorang pemuda bernama Zainuddin yang diperankan oleh Herjunot Ali yang berayahkan orang minang dan memiliki ibu bersuku bugis. Zainudin yang dilahirkan di Makasar, kembali kekampung halaman almarhum ayahnya yaitu desa Batipuh di Padang yang telah lama ia impikan, di kampung halaman tersebut Zainudin menjalin kasih tak sampai kepada seorang gadis asli minang bernama Hayati yang diperankan oleh Pevita Pearce. Permasalahan yang terjadi pada film ini yaitu mengenai adat dan tradisi Minang yang pada zaman itu mendiskriminasi orang keturunan Minangkabau yang berdarah campuran seperti Zainudin. Dalam novelnya sendiri, kapal “Van Der Wijck” hanya ditonjokan diakhir cerita dan lebih berpusat kepada kentalnya nuansa adat pada perjalan Zainudin di Minangkabau.

Film ini mendapat banyak sekali respon dari masyarakat Indonesia, baik positif maupun negatif. Seperti banyaknya komentar-komentar membangun setelah dirilisnya trailer pertama di film ini, banyak masyarakat yang bangga dengan film yang mengangkat budaya Indonesia dan disajikan dengan menarik dan tidak kalah dengan kualitas film – film diluar  negeri. Tak heran hal tersebut dapat terjadi karena beberapa tahun belakangan ini sedang maraknya film – film Indonesia yang berkualitas sangat baik bermunculan, namun tidak terlalu banyak yang mengangkat nilai budaya dan tradisi seperti film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” ini. Namun tidak sedikit juga komentar – komentar negetif yang bermunculan, karena banyak masyarakat terutama masyarakat Minangkabau yang menolak ditayangkannya film ini karena penggambaran yang tidak pantas, seperti penampilan dari tokoh Hayati yang diperankan Pevita Pearce dinilai tidak menggambarkan seorang gadis Minangkabau.

Film yang akan ditayangkan pada tanggal 19 Desember 2013 ini diproduksi oleh Soraya Intercine Films yang sebelumnya sukses dengan film “5cm”, serta diproduseri dan disutradarai oleh Sunil Soraya. Film ini menghabiskan dana yang sangat besar karena pembuatan kapal “Van Der Wijck”-nya dibangun sesuai ukuran aslinya, berdasarkan blueprintnya langsung yang diperoleh dari Belanda. Mengambil lokasi syuting di Padang, Lombok, Surabaya dan Jakarta dan disuguhi dengan nuansa yang sangat etnik. Soundtrack film ini juga nantinya kembali diisi oleh band ternama di Indonesia yaitu Nidji yang sukses dengan beberapa soundtracknya di film “5cm”. Jadi jika uda-uni yang penasaran dengan cerita dari film yang akan menjadi salah satu film terbaik Indonesia ini, jangan lupa saksikan dibioskop kesayangan uda-uni pada tanggal 19 Desember 2013

 


Komentarnyo disiko!!

Media Partner




Contact Us